SMK Negeri 1 Gantiwarno kembali sukses menggelar salah satu agenda tahunan paling dinantikan, yakni Pagelaran Ketoprak. Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi seluruh siswa kelas X sebelum melangkah ke jenjang kelas XI. Tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian akademik, pagelaran ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas, melatih kekompakan, serta memperkuat kerja sama antarkelas.
Persiapan telah dilakukan sejak Februari hingga Maret lalu. Setiap jurusan ditantang menampilkan pertunjukan hasil kolaborasi dua kelas dengan konsep yang menarik dan berbeda. Selama berminggu-minggu, para siswa tidak hanya berlatih menghafal dialog dan mendalami karakter, tetapi juga bekerja sama menyiapkan kostum, tata rias, properti panggung, musik pengiring, hingga menyusun alur cerita agar mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri dan penonton.
Puncak acara yang digelar pada 7 Mei berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Tepuk tangan penonton terus mengiringi berbagai cerita rakyat dan legenda Nusantara yang dibawakan secara unik dan kreatif oleh masing-masing jurusan.
Persaingan antar peserta pun berlangsung ketat. Kolaborasi kelas DPB A dan B yang membawakan kisah klasik Bawang Merah Bawang Putih berhasil meraih nilai 245. Sementara itu, jurusan DKV A dan B tampil enerjik melalui lakon Ramayana dan memperoleh nilai 262.
Tak kalah memukau, jurusan TKR juga menunjukkan penampilan terbaiknya. TKR A dan C yang membawakan kisah Cindelaras sukses meraih nilai tinggi sebesar 266. Sedangkan TKR B dan D tampil anggun melalui cerita Roro Kembang Sore dengan perolehan nilai 205.
Namun, sorotan utama pada pagelaran tahun ini jatuh kepada jurusan TKJ. Kolaborasi solid antara TKJ A dan B yang membawakan lakon Singosari berhasil mencuri perhatian penonton maupun dewan juri. Penampilan yang kreatif dan penuh penghayatan tersebut sukses meraih nilai tertinggi, yakni 285 poin, sekaligus membawa pulang piala bergilir Pagelaran Ketoprak SMKN 1 Gantiwarno tahun ini.
Lebih dari sekadar kompetisi seni, kegiatan tahunan ini memiliki makna yang lebih dalam. Melalui pagelaran ketoprak, para siswa belajar tentang tanggung jawab, keberanian tampil di depan umum, serta pentingnya kerja sama dan solidaritas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menjaga dan melestarikan budaya tradisional Jawa di tengah perkembangan zaman, agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.







Leave a Review