LAPORAN BEST PRACTICE Ibu Ambar Setyaningsih, SE

Best Practice adalah makalah tinjauan ilmiah karya guru, berisi ide atau gagasan dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan dan pembelajaran. Best Practice berisi pengalaman terbaik para guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Istilah best practice mengandung arti “pengalaman terbaik” dari keberhasilan seseorang atau kelompok dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dalam lingkungan tertentu. 

Berikut laporan Best Practice Ibu Ambar Setyaningsih, SE dengan Judul :

“Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik kelas XII Melalui Model Pembelajaran Proyek Based Learning (PJBL) Pada Materi Label Produk di SMK Negeri 1 Gantiwarno”

Pendahuluan

Situasi Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan di temukan berbagai permasalahan di antaranya:

1. Guru belum menerapkan pembelajaran yang inovatif, permasalahan tersebut menyebabkan motivasi dan minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menjadi rendah,

2. Hasil belajar siswa belum seluruhnya optimal, dan siswa kurang memahami materi yang di sampaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka agar minat dan motivasi belajar di perlukan suatu model pembelajaran yang inovatif dan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang di sampaikan.

3. Model pembelajaran PJBL atau project based learning solusi terpilih. Model pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang melibatkan keaktifan untuk memecah suatu masalah dengan cara berkolaborasi, berdiskusi, demonstrasi dalam kelompok kecil serta mempresentasikan hasil di depan kelas.

4. Kemampuan pegagogik guru menjadi salah satu penyebab masalah ini bisa terjadi Tantangan Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut ?

a. Guru belum melaksanakan pembelajaran yang inovatif di mana model pembelajaran dan metode mengajar yang di gunakan kurang menarik, hal ini menjadikan minat belajar peserta didik di kelas masih rendah.

b. Guru masih berfokus pada penyelesaian materi yang sangat banyak, Guru masih perlu memotivasi diri untuk terus belajar dan memperbaiki pembelajaran ( refleksi diri ). Tantangan tersebut yang mengharuskan guru menggunakan model pembelajaran yang di kombinasikan dengan media pembelajaran yang inovatif secara optimal sesuai karakteristik peserta didik.

C. Sarana dan prasarana yang ada di kelas kurang mendukung

Siapa saja yang terlibat?

1. Guru berperan sebagai pengajar di kelas

2. Rekan guru berperan sebagai patner di sekolah yang juga membantu pada pelaksanaan Rencana aksi

3. Kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab dan pengarah serta penasehat saat pelaksanaan rencana aksi dari awal sampai akhir.

4. Peserta didik berperan sebagai objek yang di gunakan dalam kegiatan

Aksi Langkah langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut

1. guru meningkatkan kemampuannya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis IT. Seperti menggunakan aplikasi pembelajaran yang menampilkan video pembelajaran yang menarik.

2. Guru harus mengetahui dan memahami sintak sintak dari model pembelajaran yang di gunakan. Harapanya pembelajaran akan lebih tertata mulai dari kegiatan awal, inti dan penutup.

3. Metode studi kasus dan demonstrasi serta diskusi kelompok ( kolaborasi ) di pilih agar seluruh peserta didik dapat terlibat secara aktif, dan berani menyampaikan pendapat.

Laporan Best Practice bisa diakses pada link berikut :

https://drive.google.com/file/d/1ih9pgSyPkimL8FcxHhfUP0vZUt52K8A0/view?usp=sharing

About the author

I'm a Teacher

Related Posts

Leave a Reply